Saturday, June 23, 2007

PRINSIP-PRINSIP EKONOMI ISLAM

Luci Irawati dan Lukita Prakasa

Pendahuluan

Karakteristik utama Islam adalah keteraturan dan keserasian. Satu-satunya agama di dunia yang memiliki sistem dan konsep penataan kehidupan yang paling lengkap adalah agama Islam. Bayangkan, mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali di malam hari dalam kehidupan seorang muslim, ada aturan dan tata cara yang harus dikerjakan. Mulai dari masalah Aqidah, ibadah, akhlak, keluarga, pendidikan, budaya, muamalah dan segala aspek kehidupan manusia baik materil atau non material. Kelengkapan aturan ini seiring dengan keserasian dengan karakteristik, sifat dan tingkah laku manusia. Ajaran Islam yang diturunkan Allah melalui Nabi Muhammad sudah dirancang sesuai dan cocok bagi seluruh umat manusia, karena sistem ini sebangun dan sesuai dengan kepribadian manusia.
Aktifitas ekonomi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu ekonomi Islam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari konsep ajaran Islam. Dalam Islam aktifitas ekonomi yang diniatkan dan ditujukan untuk kemaslahatan dinilai sebagai ibadah. Oleh karena itu mempelajari ekonomi Islam dan menjalankan aktifitas ekonomi secara Islami menjadi suatu keharusan bagi umat Islam..

Perbedaan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional
Kata konvensional secara bahasa dapat didefinisikan sebagai suatu masalah atau perkara yang sudah diterima, digunakan dan dipraktikkan di dalam suatu masyarakat. Apabila dihubungkan dengan ekonomi, maka sistem ekonomi konvensional merupakan suatu sistem ekonomi yang sudah dipraktikkan secara meluas dalam suatu masyarakat. Dengan kata lain sistem ekonomi konvensional merupakan suatu sistem yang ditentukan oleh manusia di dalam suatu masyarakat yang bersifat dinamis, sehingga dapat berubah sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat kebanyakan.
Dalam sejarah dunia, terdapat beberapa sistem ekonomi konvensional. yang sangat berpengaruh diantaranya: Kapitalisme, Sosialisme, Komunisme dan Fasisme.

Kapitalisme
Faham Kapitalisme berasal dari Inggris abad 18, kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara. Sebagai akibat dari perlawanan terhadap ajaran gereja, tumbuh aliran pemikiran liberalisme di negara-negara Eropa Barat. Aliran ini kemudian merambah ke segala bidang termasuk bidang ekonomi.
Dasar filosofis pemikiran ekonomi Kapitalis bersumber dari tulisan Adam Smith dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations yang ditulis pada tahun 1776. Isi buku tersebut sarat dengan pemikiran-pemikiran tingkah laku ekonomi masyarakat. Dari dasar filosofi tersebut kemudian menjadi sistem ekonomi, dan pada akhirnya kemudian mengakar menjadi ideologi yang mencerminkan suatu gaya hidup (way of life).
Smith berpendapat motif manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah atas dasar dorongan kepentingan pribadi, yang bertindak sebagai tenaga pendorong yang membimbing manusia mengerjakan apa saja asal masyarakat sedia membayar Motif kepentingan individu yang didorong oleh filsafat liberalisme kemudian melahirkan sistem ekonomi pasar bebas, pada akhirnya melahirkan ekonomi Kapitalis.
Ciri ekonomi Kapitalisme merupakan sebuah sistem organisasi ekonomi kepemilikan privat (individu) atas alat-alat produksi dan distribusi (tanah, pabrik-pabrik, jalan-jalan kereta api, dan sebagainya) dan pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi-kondisi yang sangat kompetitif. Perusahaan milik swasta merupakan elemen paling pokok dari kapitalisme.
Hal tersebut sangat mempengaruhi distribusi kekayaan serta pendapatan karena individu-individu diperkenankan untuk menghimpun aktiva dan memberikannya kepada para ahli waris secara mutlak apabila mereka meninggal dunia. Ia memungkinkan laju pertukaran yang tinggi oleh karena orang memiliki hak pemilikan atas barang-barang sebelum hak tersebut dapat dialihkan kepada pihak lain.
Kapitalisme sangat erat hubungannya dengan pengejaran kepentingan individu. Menurut Smith, setiap individu seharusnya diperbolehkan mengejar kepentingannya sendiri tanpa adanya campur tangan pihak pemerintah, untuk mencapai yang terbaik di masyarakat maka ia seakan-akan dibimbing oleh tangan yang tak nampak (the invisible hand).
Kebebasan ekonomi tersebut juga diilhami paham: "Laissez nous faire" (jangan mengganggu kita, (leave us alone), kata ini dikenal kemudian sebagai laissez faire. Prinsip laissez faire diartikan sebagai tiadanya intervensi pemerintah dalam perekonomian sehingga timbullah: kebebasan ekonomi dan sifat individualisme.
Dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku "Free Fight Liberalism" (sistem persaingan bebas). Peranan swasta memegang peranan utama. Siapa yang mempunyai, menguasai dan mampu menggunakan kekuatan modal (Capital) secara efektif dan efisien akan dapat memenangkan pertarungan dalam bisnis.
Prinsip dasar, kebaikan dan keburrukan Sistem kapitalis dapat dilihat pada tabel berikut:
Prinsip Dasar
Ekonomi Kapitalis
Kebaikan
Ekonomi Kapitalis
Keburukan
Ekonomi Kapitalis
1. Kebebasan memiliki harta secara perseorangan
2. Kebebasan ekonomi dan persaingan bebas
3. Kekuatan Modal untuk menikmati hak kebebasan dan mendapatkan hasil yang sempurna

1. Kebebasan ekonomi akan meningkatkan produktifitas masyarakat yang nantinya dapat meningkatkan kekayaan negara.
2. Persaingan bebas akan mewujudkan produksi dan tingkat harga pada tingkat yang wajar.
3. Motivasi mendapatkan keuntungan maksimum menyebabkan orang berusaha bekerja keras

1. Persaingan bebas mengganggu kapasitas kerja dan sistem ekonomi karena mengakibatkan banyak keburukan dalam masyarakat.
2. Menyebabkan ketidak selarasan karena semangat persaingan.
3. Hilangnya nilai-nilai moral kemanusiaan, seperti kasih sayang, persaudaran, kerjasama.
4. Menghalalkan segala cara untuk keuntungan individu
5. Perbedaan mencolok antara majikan (pemilik modal/kaum borjuis) dan pekerja (buruh)
6. Mengesampingkan masalah kesejahteraan masyarakat banyak

Disarikan dari buku Doktrin Ekonomi Islam-Afzalur Rahman hal 2 - 5

Sosialisme
Paham Sosialisme pada awal kelahirannya merupakan gerakan sosial masyarakat terhadap ketidak adilan yang timbul dari sistem kapitalisme. Gerakan sosial yang kemudian menjadi ideologi negara ini akhirnya berkembang menjadi gerakan ekonomi.
Sosialisme merupakan bentuk perekonomian di mana pemerintah memegang peranan utama dalam perekonomian. Pemerintah bertindak sebagai pihak yang dipercayai oleh seluruh warga masyarakat menguasai faktor-faktor produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Para pekerja masih bebas memiliki pekerjaan, namun peluang untuk mendapatkan keuntungan sangat kecil dibanding dengan sistem kapitalisme.
Hal pokok yang menonjol dalam masyarakat sosialis adalah kolektivisme atau rasa kerbersamaan. sosialisme dan menghilangkan kepemilikan individu / swasta. Untuk mewujudkan rasa kebersamaan ini, alakosi produksi dan cara pendistribusian semua sumber-sumber ekonomi harus diatur oleh negara.

Prinsip Dasar
Ekonomi Sosialis
Kebaikan
Ekonomi Sosialis
Keburukan
Ekonomi Sosialis
1. Pemilikan harta oleh negara
2. Kesamaan ekonomi
3. Disiplin politik
1. Setiap warga disediakan kebutuhan pokoknya.
2. Setiap individu mendapat pekerjaan, orang yang cacat dan lemah dibawah penguasaan negara
3. Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan.
4. Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh negara.
1. Tawar menawar sangat sukar dilakukan sehingga Individu terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya.
2. Hak milik individu tidak diakui.
3. Sistem terikat kepada ekonomi diktator.
4. Kekuasaan berada ditangan kaum proletariat (buruh) yang kurang pendidikan, beradab, zalim dan balas dendam.
5. Mengesampingkan pendidikan moral, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
Disarikan dari buku Doktrin Ekonomi Islam-Afzalur Rahman hal 6 - 8

Komunisme
Paham Komunisme juga muncul akibat kebobrokan sistem kapitalis. Aliran ekstrim yang muncul dengan tujuan yang sama dengan sosialismeini lebih bersifat gerakan ideologis dan mencoba hendak mendobrak sistem kapitalisme dan sistem lain yang telah mapan dengan tokohnya yang terkenal Karl Marx. Karl Marx sangat membenci kapitalisme, ia merupakan korban dan saksi sejarah, yang melihat para anak-anak dan wanita-wanita, termasuk keluarganya di eksploitasi oleh para kapitalis sehingga sebagian besar dari mereka terserang penyakit TBC dan tewas, karena beratnya penderitaan yang mereka alami. Sementara hasil jerih payah mereka dinikmati oleh para pemilik sumber daya (modal) yang disebutnya kaum Bourjuis.
Inti ajaran komunisme adalah produksi dan konsumsi secara bersama. Barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing anggota masyarakat. Motto mereka: from each according to his abilities to each according to his needs (dari setiap orang sesuai dengan kemampuan, untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhan).3
Sepintas terlihat tujuan sosialisme dan komunisme sama, tetapi dalam pencapaia tujuannya kedua sistem ini sangat berbeda. Dalam sebuah negara sosialis, masyarakat masih mempunyai dapat memiliki dan menguasai lebih banyak harta dibanding sistem komunisme. Dalam Sistem Komunis hak milik individu sama sekali tidak diakui, hak mereka sebatas yang dibutuhkan saja. Komunisme adalah bentuk paling ekstrem dari sosialisme. Dalam sistem ini mana segala sesuatunya harus serba dikomando. Negara merupakan penguasa mutlak, perekonomian komunis sering disebut juga sebagai ’Sistem Ekonomi Totaliter’. Hal ini menunjuk pada suatu kondisi sosial di mana pemerintah yang main paksa dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya, meskipun dipercayakan pada asosiasi-asosiasi dalam sistem sosial kemasyarakatan yang ada.
Sistem ekonomi totaliter dalam praktiknya berubah menjadi sistem yang otoriter, dimana sumber-sumber ekonomi dikuasai oleh segelintir elite para penguasa partai Komunis.

Fasisme
Fasisme muncul dari filsafat radikal yang muncul dari revolusi industri yakni sindikalisme. Eksponen sindikalisme adalah George Sorel (1847-1922). Para penganjur sindikalisme menginginkan reorganisasi masyarakat menjadi: asosiasi-asosiasi yang mencakup seluruh industri, atau sindikat-sindikat pekerja
Mereka menganjurkan agar ada sindikat-sindikat pabrik baja yang dimiliki dan dioperasikan oleh para pekerja di dalam industri batu bara, dan begitu pula halnya pada industri-industri lain. Dengan demikian sindikat-sindikat yang ada pada dasarnya merupakan serikat-serikat buruh akan menggantikan negara. Peranan pemerintah dalam sistem ekonomi fasisme adalah pengendali dalam bidang produksi, sedangkan kekayaan dimiliki oleh pihak swasta.
Paham Fasisme sangat memuja superioritas nasionalisme, anti liberalisme. Ciri-ciri khas dari fasisme, antara lain: adanya sebuah ideologi yang sakral mendekati bahkan melampaui sifat agama; adanya seorang pemimpin yang terus mengkonstruksikan diri sebagai pihak yang penuh karisma.. Seringkali dalam pelaksanaan kehidupan ekonominya menggunakan kekuatan militer (rezim militer) untuk menguasai pihak lain. Fasisme yang kita kenal antaralain Nazi-Hitler, Jepang, Rezim Mussolini di Italia yang berakhir pada Perang Dunia II.
Dalam prakteknya, Fasisme dan Komunisme adalah dua gejala dari penyakit yang sama. Keduanya sering dikelompokkan sebagai sistem totaliter. Keduanya sama dalam hal pemerintahan, yaitu kediktatoran oleh satu kelompok tertentu. Komunis sering juga disebut Fasisme Kiri.

Ekonomi Islam
Dari keempat paham diatas, terlihat jelas bahwa terdapat perbedaan yang sangat mencolok dan bertolak belakang antara sistem ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis. Oleh karena itu pada umumnya sistem ekonomi di dunia dikelompokkan menjadi dua yaitu ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis.
Ekonomi Islam bukanlah pertengahan diantara ekonomi kapitalisme dan sososialisme. Ekonomi Islam mempunyai karakteristik tersendiri. Walaupun dalam beberapa hal terdapat poin kesamaan tertentu dalam mekanismenya dengan ekonomi konvensional. Keduanya tidak mungkin dan tidak pernah mungkin untuk dikompromikan. Harus diakui subjek dalam studi ekonomi Islam sangat dekat dengan ekonomi konvensional yaitu alokasi dan distribusi sumberdaya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas, tetapi kurang tepat juga anggapan yang menyatakan ekonomi Islam adalah ekonomi konvensional minus riba plus ZIS, karena filosophy dan tujuan yang mendasari subjek ekonomi Islam tidak ekivalen dengan ekonomi konvensional.
Yusuf Qardhawi dalam bukunya Norma dan Etika Ekonomi Islam menyebutkan ada empat ciri khas ekonomi Islam yang membedakannya dengan ekonomi konvensional yaitu ketuhanan (tauhid), etika (akhlak), kemanusiaan dan sikap pertengahan (keseimbangan). Dua prinsip yang pertama tidak akan kita jumpai pada landasan dasar ekonomi konvensional. Ekonomi konvensional melihat ilmu sebagai sesuatu yang sekuler (berorientasi hanya pada kehidupan duniawi-kini dan disini) dan sama sekali tidak memasukkan Tuhan serta tanggung jawab manusia kepada Tuhan diakhirat. Ekonomi Islam adalah ekonomi yang berdasarkan ketuhanan. Sistem ini bertolak dari Allah dan bertujuan akhir kepada Allah, dengan menggunakan sarana sesuai syariat Allah.
Ekonomi konvensional bebas nilai mengabaikan nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat.. Ekonomi konvensional bersifat sekuler, memisahkan ekonomi dan etika, memisahkan kehidupan dunia dan akhirat, menghalalkan segala cara untuk mencapai kepuasan/kesenangan pribadi/kelompok yang berorientasi pada materalisme/duniawi. Sementara ekonomi Islam diwarnai prinsip-prinsip keagamaan/relijius yang berorientasi pada kehidupan dunia dan diakhirat, jasmani dan rohani. Islam tidak memisahkan ekonomi dan etika (akhlak). Antara keduanya terdapat ikatan yang sangat erat dan tidak terpisahkan.
Tujuan utama dari ekonomi konvensional adalah mencari kesenangan manusia 'happines and life satisfaction'. Selanjutnya dalam ekonomi konvensional happiness diasosiasikan dalam terminologi material dan hedonistis, perolehan pendapatan dan profit yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan jasmani (biological needs). Sehingga sangat rasional dalam aktifitas ekonominya adalah untuk melayani kecenderungan pribadi atau kelompok tertentu mendapatkan kekayaan, kesenangan jasmani dan kepuasan sensual. Karena kesenangan dan kepuasan sensual bergantung pada selera dan preferensi individu masing-masing, maka 'value judgement' akan disingkirkan sehingga individu memiliki kebebasan memutuskan apa yang mereka inginkan (freedom to pursue self interest).
Sistem ekonomi Islam juga berkarakter kemanusiaan. Kemanusiaan tidak bertolakbelakang dengan ketuhanan. Subtansi kemanusiaan berasal dari ketuhanan. Allahlah yang memuliakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi. Manusia dijadikan Allah sebagai pemakmur bumi yang wajib melaksanakan tugas untuk kepentingan Tuhannya, dirinya, keluarga, umat dan seluruh umat manusia. Ekonomi Islam mengajarkan manusia untuk menjalin kerjasama, tolong menolong, saling menyayangi sesama manusia dan jauh dari sifat iri, dengki dan dendam.
Prinsip keseimbangan pada ekonomi konvensional, dalam kenyataannya hanya sebatas teori yang dilandasi asumsi-asumsi. Pada kenyataannya keseimbangan dan kesejahteraan pada ekonomi konvensional tidak pernah terjadi. Dalam ekonomi konvensional, selalu ada pihak yang diuntungkan dan ada pihak yang dirugikan.. Kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin membuat jurang perbedaan yang semakin lebar.
Sifat pertengahan (keseimbangan) merupakan jiwa dari ekonomi Islam. Sebagaimana manusia mempunyai jiwa untuk hidup, maka keseimbangan yang adil merupakan inti utama dari ekonomi Islam. Keseimbangan / kesejahteraan tidak saja untuk pemenuhan kebutuhan dasar jasmani atau material, melainkan juga kebutuhan non-material diantaranya keadilan ketenangan batin/mental, keharmonisan keluarga dan masyarakat, persaudaraan umat manusia, kebebasan, keamanan harta benda, keamanan hidup, minimisasi kejahatan dan penekanan
Dari berbagai literatur perbedaan antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional (kapitalisme dan sosialisme) dapat disarikan pada tabel berikut:

Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam
Keunikan ajaran Islam adalah karena keluasan dan kedalaman asas-asas mengenai seluruh masalah manusia yang berlaku sepanjang masa. Seluruh sumber dan dasr hukum Islam merupakan mukjizat yang kekal. Al Quran sebagai kitab suci umat Islam memberikan petunjuk yang sempurna (komprehensif) dan abadi (universal) bagi seluruh umat manusia. Al Quran mengandung prinsip-prinsip dan petunjuk-petunjuk yang fundamental untuk setiap permasalahan manusia, termasuk masalah-masalah yang berhubungan dengan aktivitas ekonomi. Prinsip-prinsip ekonomi yang ada dalam berbagai ayat di Al Qur’an dilengkapi dengan sunah-sunah dari Rasulullah melalui berbagai bentuk Al Hadits dan diterangkan lebih rinci oleh para fuqaha pada saat kejayaan Dinul Islamiyah baik dalam bentuk Ijma, Qiyas maupun Ijtihad.
Prinsip-prinsip umum yang membentuk ekonomi Islam menurut Adiwarman Karim, dalam bukunya Ekonomi Mikro Islam dapat diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang dapat divisualisasikan sebagai berikut :

1. Nilai-Nilai Universal : Teori Ekonomi
Bangunan ekonomi Islam didasarkan atas lima nilai universal yakni: Tauhid (keimanan), ‘Adl (keadilan), Nubuwwah (Kenabian), Khilafah (Pemerintahan) dan Ma’ad (Hasil). Kelima dasar ini menjadi inspirasi untuk menyusun proposisi-proposisi dan teori ekonomi Islam.
a. Tauhid (keesaan Tuhan)
Taudid merupakan fondasi ajaran Islam. Allah pemilik alam semesta dan semua sumber daya yang ada karena Allahlah yang menciptakan alam semesta dan besertaisinya. Oleh karena itu Allah adalah pemilik hakiki. Manusia hanya diberi amanah untuk memiliki untuk sementara waktu.
Dalam Islam semua yang diciptakan Allah ada manfaat dan tujuannya. Tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada-Nua. (QS 51:56), karena itu segala aktivitas yang ada hubungannya dengan alam (sumber daya) dan manusia (muamalah) dibingkai dalam kerangka hubungan dengan Allah. Karena kepada-Nya kita akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita, termasuk aktivitas ekonomi dan bisnis.
b. ‘Adl (Keadilan)
Dalam Islam Adil didefinisikan sebagai tidak menzalimi dan tidak dizalimi. Implikasi ekonomi dari nilai ini adalah bahwa para pelaku ekonomi tidak dibolehkan untuk mengejar keuntungan pribadi bila hal itu merugikan orang lain atau merusak alam. Tanpa keadilan, manusia akan terkelompok-kelompok dalam berbagai golongan. Golongan yang yang satu akan menzalimi golongan yang lain sehingga terjadi eksploitasi manusia atas manusia.
c. Nubuwwah
Allah mengutus para nabi dan rasul untuk memberikan bi,mbingan dan petunjuk dari Allah tentang bagaimana hidup yang baik dan benar di dunia, dan mengajarkan jalan untuk kembali (taubah) ke asal muasal segala, yaitu Allah. Fungsi rasul adalah untuk menjadi model terbaik yang harus diteladani manusia agar mendapat keselamatan dunia dan akhirat. Rasul terakhir dan sempurna yang harus diteladani sampai akhir zaman adalah Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ekonomi dan bisnis manusia harus mengacu pada prinsip-prinsip yang telah diajarkan oleh nabi dan Rasul. Sifat-sifat Rasul yang harus diteladani adalah :
· Siddiq (benar, jujur)
· Amanah (Tanggung jawab, kredible)
· Fathanah (Cerdas, bijaksana, intektualita)
· Tabligh (komunikatif, terbuka, marketing)

d. Khilafah
Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi, karena itu pada dasarnya manusia adalah pemimpin (Hadist: ”Setiap dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya.”)
Nilai ini mendasari prinsip kehidupan kolektif manusia dalam Islam. Fungsi utamanya adalah agar menjaga keteraturan interaksi (muamalah) antar kelompok, agar kekacauan dan keributan dapat dihilangkan atau dikurangi.
Dalam Islam pemerintah memgang peranan penting dalam perekonomian> Peran utamanya adalah untuk menjamin perekonomian agar berjalan sesuai dengan syariah dan untuk memastikan supaya tidak terjadi pelanggaran terhadap hak-hak manusia. Semuaini dalam kerangka pencapaian Maqashid Syariah yaitu memajukan kesejahteraan manusia.
e. Ma’ad (Hasil)
Hidup manusia tidak hanya di dunia, karena kita semua akan kembali kepada Allah. Allah melarang kita terikat pada dunia (QS:31:33) sebab bila dibandingkan dengan kesenangan akhirat, kesenangan dunia tidaklah seberapa. Manusia diciptakan untuk berjuan (QS:90:4) Perjuangan akan mendapat ganjaran / imbalan. Perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan berlipat-lipat, perbuatan jahat akan mendapat hukuman yang setimpal. Prinsip ini menjadi motivasi dalam ekonomi dan bisnis, bahwa laba tidak hanya laba dunia tetapi meliputi laba akhirat. Karena itu konsep profit mendapat legitimasi dalam islam.

2. Prinsip-Prinsip Derivatif : Ciri-ciri Sistem Ekonomi Islam
Dari kelima nilai-nilai universal tersebut dibangunlah tiga prinsip derivative yang menjadi cirri-ciri dan cikal bakal system ekonomi Islam. Ketiga prinsip derivative itu adalah : multitype ownership, freedom to act dan social justice.
a. Multitype Ownership
Nilai tauhid dan ‘adl melahirkan konsep multiple ownership. Prinsip ini terjemahan dari nilai Tauhid : pemilik primer langit dan bumi dan seisinya adalah Allah SWT, sedangkan manusia diberi amanah untuk mengelolanya. Jadi manusia dianggap sebagai pemilik sekunder, dengan demikian dalam ekonomi islam kepemilikan pribadi atau swasta diakui.
Namun untuk menjamin keadilan, supaya tidak terjadi kezaliman, eksploitasi manusia atas manusia, maka cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Dengan demikian kepemilikan Negara dan nasionalisasi juga mendapat tempat dalam Islam. Sistem kepeilikan campuran, baik swasta-negara, swasta domestic-asing atau Negara asing juga diakui dalam ekonomi islam.

b. Freedom to Act
Pelaku-pelaku ekonomi yang menjadikan nabi dan rasul sebagai teladan dan model dalam melakukan aktivitasnya akan melahirkan pribadi-pribadi professional dan prestatif dalam segala bidang. Keempat nilai nubuwwah, siddiq, amanah, fathanah dan tabligh bila digabung dengan nilai keadilan dan khilafah (good governance) akan melahirkan prinsip freedom of act.
Freedom of act akan menciptakan mekanisme pasar, dengan syarat tidak ada distorsi (proses penzaliman). Potensi distorsi dikurangi dengan penghayatan nilai keadilan. Negara bertugas untuk menyingkirkan atau mengurangi market distortion, dan bertindak sebagai wasit yang mengawasi interaksi (mu’amalah) pelaku-pelaku ekonomi dan bisnis untuk menjamin tidak dilanggarnya syariah, sehingga tercipta iklim ekonomi yang sehat.

c. Social Justice
Gabungan nilai khilafah dan ma’ad melahirkan prinsip keadilan social. Dalam Islam, pemerintah bertanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan dasar rakyatnya, dan menciptakan keseimbangan social si kaya dan si miskin.
Semua system ekonomi mempunyai tujuan yang sama, yaitu menciptakan system perekonomian yang adil. Namun tidak semua sistem mampu dan secra konsisten menciptakan sistem yang adil. Sejarah dan kenyataan membuktikan sistem kapitalis dan sosialis gagal mewujudkan keadilan dimasyarakat. Ekonomi islam merupakan jawaban / jalan keluar yang rasional untuk mewujudkan keadilan di masyarakat.

3. Akhlaq : perilaku Islami dalam Perekonomian
Semua nilai dan prinsip diatas dipayungi oleh konsep akhlaq. Akhlaq menempati posisi puncak, karena inilah tujuan Islam dan dakwah para Nabi, yakni menyempurnakan akhlak manusia (Al Hadits: Innii bu’itsu li utammima makaarimal akhlaaq). Akhlaaq inilah yang menjadi panduan para pelaku ekonomi dan bisnis dalam melakukan aktivitasnya.
Namun harus dicermati, walaupun Sistem ekonomi Islam mempunyai landasan yang kuat dan prinsip-prinsip ekonomi yang mantap bukan jaminan perekonomian umat Islam akan otomatis menjadi maju. Sistem ekonomi Islam hanya memastikan bahwa tidak ada transaksi ekonomi yang bertentangan dengan syariah. Tetapi kinerja bisnis tergantung pelaku ekonomi, yang bisa saja dipegang oleh orang non muslim. Perekonomian umat Islam baru dapat maju bila pola fakir dan pola tingkah laku muslimin dan muslimat sudah professional (ihsan, itqan). Akhlak menjadi indikator, penentu keberhasilan bisnis yang dijalankan.

Pustaka
1. Maududoodi, Maulana Abul A’la. Capitalism Socialism and Islam. Kuwait, Islamic Book Publishers. 1987.
2. Wawasan Islam dan Ekonomi-Sebuah Bunga Rampai, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia-1997
3. Choudury, Masudul Alam Contributions to Islamic Economic Theory, London: Mac Millan Press Ltd. 1986
4. Siddiqi,Muhammad Nejatullah Dr. Economics an Islamic Approach Islamabad: Institute of Policy Studies & The Islamic Foundation.
5. Islam dan Tantangan Ekonomi Dr. Umer Chapra GIP, 2000
6. Qardhawi, Yusuf Dr. Norma dan Etika Ekonomi Islam Jakarta: Gema Insani Press. 1997
7. Mannan M. Abdul Prof. MA.Phd Teori dan Praktek Ekonomi Islam (dasar-Dasar Ekonomi Islam). Yokyakarta: Penerbit PT Dana Bhakti Wakaf, 1997
8. Rahman,Afzalur Doktrin Ekonomi Islam Jilid I Yokyakarta: Penerbit Dana Bhakti Wakaf. 1995
9. Zaman, SM. Hasanuz Economic Functions of an Islamic State Islamabad: Published by : The Islamic Fondation 1991
10. Siddiqi, Muhammad Nejatullah Muslim Economic Thinking, A Survey of Contemporary Literature Produced by The Islamic Foundation 1981
11. Eldine, Achyar Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam..
www.uika-bogor.ac.id/jur07.htm - 53k -

12. Dahuri, Rokhmin. The Celestial Economy www.ham.go.id/index_HAM.asp?menu=artikel&id=441 - 34k –

13. Misnu, Didin Kristinawati Memposisikan Ekonomi Islam www.halalguide.info/content/view/428/46/ - 33k

14. Gamal, Merza Ekonomi Keseimbangan .
www.penulislepas.com/v2/?p=52 - 31k - 11 Sep 2006

15. Haron, Sabri. Sistem Ekonomi Islam Dan Sistem Ekonomi Konvensional : Suatu perbandingan
www.parti-pas.org/modules.php?name=News&file=article&sid=69 - 56k -

16. Imaduddin, Muhammad. Metodologi Ekonomi Islam
www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1061&Itemid=5 - 23k - 9 Sep 2006

17. Beik, Irfan Syauqi. Msc Celah Baru Ekonomi Islam
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=902&Itemid=5

No comments: